Seks Kilat dalam Pandangan Islam

Seks kilat, istilah yang akhir-akhir ini sedang banyak diperbincangkan. Sebuah varian seks yang bukan mengutamakan gerakan tapi kecepatan. Agak berbeda memang, ya namanya juga untuk variasi. Harus bisa menjadi alternatif agar kehidupan seks suami-istri tidak monoton. Lalu bagaimana pandangan Islam mengenai seks jenis ini?

Islam adalah agama yang mengatur semua sendi kehidupan penganutnya, termasuk seks. Dalam Islam, seks hanya boleh dilakukan oleh sepasang insan yang telah resmi menikah. Sebuah harga mati yang tak boleh ditawar lagi. Tujuan pun menjadi penting. Dalam Islam seks bukan hanya bertujuan untuk memenuhi hasrat biologis semata. Tapi juga untuk memperoleh kebahagian lahir-batin, dunia-akhirat. Untuk mencapai kebahagiaan itu, hendaknya pasutri melakukan seks dengan cara-cara yang Islami, yaitu seks yang tidak menyakiti pasangan secara fisik maupun psikis dan kedua belah pihak harus merasa terpuaskan tanpa harus melakukan perilaku seks menyimpang.

Seks merupakan rutinitas wajib suami istri, bukan yang terpenting memang. Tapi bagi sebagian besar pasangan suami-istri, seks adalah kunci kebahagiaan dan kelanggengan rumah tangga. Bak sayur tanpa garam, hubungan suami istri terasa hambar tanpa seks. Sebagai aktifitas rutin, wajar saja bila sewaktu-waktu bisa membosankan. Bukan pada rasanya tapi sensasinya. Karena itulah banyak bermunculan variasi seks. Mulai dari gerakan seks a la Kamasutra sampai seks Tantra yang sedang tren.

Apa itu?
Sesuai dengan namanya, seks kilat adalah seks yang dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Hanya butuh waktu sekitar 5 sampai 10 menit. Foreplay, intercourse, dan afterplaynya dilakukan dalam tempo cepat. Gerakan-gerakan yang diperlukan dalam proses rangsangan, yang biasanya dilakukan dalam foreplay, dapat digantikan dengan hal-hal yang bisa membangkitkan gairah dalam waktu sesingkat mungkin.
Seks Kilat, Boleh Saja Asal…
Tujuan dan Niatnya Tidak Menyimpang
Ritme kehidupan metropolitan terkadang memaksa penghuninya masuk dalam lingkaran rutinitas yang tak ada ujungnya. Waktu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya demi tercapainya tujuan. Namun, seringkali kesibukan membuat hubungan pasangan suami istri tidak intim lagi. Kesempatan untuk bermesraan harus rela direnggut demi pekerjaan. Nah, untuk alasan yang seperti ini, seks kilat dapat menjadi solusi. Menurut dr. H. Bambang Sukamto DMSH, sejauh tujuan dan niatnya sesuai dengan ajaran Islam, seks kilat boleh dilakukan. Apalagi bagi mereka yang sibuk dan tidak punya banyak waktu. Seks kilat dapat dijadikan alternatif agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti selingkuh. Namun, sekali lagi jangan sampai keluar dari koridor keislaman.

Jangan Jadi Menu Utama!
Seks kilat yang juga disebut quickie ini bisa menjadi pilihan variasi. Dalam Islam pun, menurut dr. Bambang, variasi dibolehkan asal tidak sampai melakukan perilaku seks menyimpang dan dilakukan untuk mencegah kejenuhan yang mungkin melanda. Namun, jangan jadikan seks kilat sebagai menu utama dalam kehidupan seks Anda.
Seks kilat adalah seks yang serba cepat dan tergesa-gesa, segala sesuatu yang dilakukan dengan terburu-buru biasanya hasilnya tidak maksimal. Menurut dokter yang sekarang menjabat sebagai Program Officer On Clinic ini, kenikmatan yang didapat saat melakukan seks kilat tentu saja berbeda dengan seks biasa. Kepuasan mungkin didapat, tapi tidak seoptimal yang mungkin diharapkan. Apalagi untuk perempuan yang umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai orgasme ketimbang laki-laki.

Waktu dan Tempat yang Tepat
Seks kilat bisa dilakukan dimana dan kapan saja. Itu teorinya. Namun, di negeri yang masih menjunjung tinggi norma agama dan masyarakat ini, hal tersebut tidak dapat begitu saja dipraktikkan. Untuk waktu mungkin tidak menjadi masalah besar. Namun ada pemilihan waktu yang dianjurkan oleh dr.Bambang yaitu siang hari pada jam istirahat kantor dan pagi hari setelah shalat Subuh.
Di negara Barat, seks kilat bisa dilakukan di mana saja, di booth ATM, toilet, balkon apartemen, bahkan di gang-gang sempit. Dan pemandangan seperti itu sudah biasa. Namun di Indonesia, sanggupkah Anda melakukannya? Kalau Anda merasa tertantang dan nekad, bisa saja. Namun Anda harus menerima konsekuensinya kalau ketahuan orang lain. Sebagai seorang muslim, Anda wajib menjaga sopan santun di area publik. Jangan sampai mengganggu kenyamanan orang banyak hanya karena nafsu yang tak tertahankan. Oleh karena itu, lakukanlah seks ditempat semestinya, kalau memang tidak bisa di rumah, ya lakukanlah di motel atau hotel.
Positif dan Negatif
Segala sesuatu pasti ada plus dan minusnya. Begitupun dengan quickie. Nilai positifnya, seks kilat dapat memberi suasana berbeda pada kehidupan seks pasutri. Apalagi bagi mereka yang sudah lama mengarungi bahtera rumah tangga dan mengalami kejenuhan dalam hubungan intim. Dengan nuansa yang baru, kehidupan seks yang sudah lesu dapat bergairah kembali.

Dampak negatif mungkin timbul kalau seks kilat dijadikan sebagai maincourse dalam kehidupan seks pasutri tanpa diselingi dengan aktifitas seks normal. Secara fisik, menurut dr. Bambang, ada kemungkinan bagi pelaku seks kilat untuk susah mendapatkan keturunan. Hal ini disebabkan sperma tidak bisa bertahan lama di dalam vagina. Karena setelah aktifitas seks selesai, biasanya si perempuan langsung ‘beres-beres.’

Dampak negatif lainnya adalah bisa berkurangnya atau hilangnya kemesraan pasutri. Seks yang serba cepat membuat waktu untuk bermesraan menjadi singkat. Selain itu, waktu senggama yang singkat memungkinkan tidak tercapainya kepuasan yang diinginkan. Dan kepuasan yang tidak optimal, menurut dr. Bambang, dapat mengganggu keharmonisan pasangan suami istri.

Selain itu, keindahan dan seni dari seks itu sendiri akan hilang perlahan-lahan dengan aktifitas seks kilat yang semakin meningkat. Semakin sering melakukan seks cepat dan singkat, semakin tidak ada seninya. Karena ternyata waktu yang lebih lama dan irama yang lebih lambat dari aktifitas seks normal dapat membantu menciptakan keintiman pasutri. Dari situlah kemesraan dan rasa kasih sayang mengalir deras. Yang akan membantu menciptakan keluarga yang tentram dan penuh kasih.

Dan dampak yang lebih parah yang mungkin ditimbulkan dengan aktifitas seks kilat yang semakin sering adalah obsesi. Obsesi pada seks kilat yang menjadikan seseorang tidak merasa terpuaskan kalau tidak dengan seks kilat. Ini akan sangat berbahaya.

Karena dalam Islam diperbolehkan, Anda bisa mempraktekkan seks kilat bersama pasangan. Namun, perhatikan dampak negatif yang mungkin ditimbulkan. Jangan sampai niat untuk memberi warna baru pada kehidupan seks malah akan membawa pernikahan Anda ke gerbang kehancuran.(RF)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s