Endometriosis, perlu diwaspadai

Keluhan yang kerap dirasakan oleh perempuan yang sedang menstruasi adalah rasa nyeri dan sakit di bagian panggul. Rasa nyeri terasa sekali pada hari pertama menstruasi. Bahkan tak jarang ada perempuan yang mengalami nyeri dan sakit sampai hari kedua atau ketiga. Jangan anggap remeh rasa nyeri pada saat haid karena bisa jadi itu adalah gejala Endometriosis.

Endometriosis adalah suatu keadaan pada seorang perempuan di mana sel-sel selaput lendir rahim (endometrium) berada di luar tempat seharusnya, yaitu di dalam rahim. Sel-sel endometrium seharusnya berada di dalam rahim. Endometrium adalah jaringan yang membatasi bagian dalam rahim. Dalam siklus menstruasi, ketebalan endometrium akan bertambah sebagai persiapan kehamilan. Namun, bila kehamilan tidak terjadi maka endometrium akan terlepas dan dikeluarkan sebagai darah haid.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh dr.Abdul Rauf, Sp.OG, ada dua jenis endometriosis yaitu endometriosis interna dan endometriosis eksterna. Endometriosis Interna adalah endometriosis yang masih berada di dalam batas-batas rahim. Sedangkan endometriosis eksterna adalah endometriosis yang berada di luar rahim. Letaknya bisa dimana saja, bisa di dinding perut bahkan bisa di paru-paru.

Endometriosis terjadi pada usia ketika seorang perempuan mengalami menstruasi. Namun, bukan berarti seorang perempuan yang baru mengalami menstruasi untuk pertama kalinya langsung terkena endometriosis. butuh waktu untuk endometrium untuk berkembang.
Penyebab
Bagaimana endometriosis ini bisa terjadi? Ada banyak teori yang menyatakan penyebab endometriosis, salah satunya adalah terjadinya regurgitasi. Regurgitasi adalah pengaliran kembali darah haid yang tidak bisa keluar lalu turun ke saluran telur dan masuk ke dalam perut. Dengan kata lain, darah haid tidak keluar ke arah yang semestinya.

Selain itu, endometriosis bisa terjadi akibat tindakan caesar. Operasi caesar yang dilakukan sebagai cara persalinan akan melukai rahim. Ketika luka itu akan ditutup dan sel-sel endometrium terkena jarum, maka endometriosis bisa terjadi.

Endometriosis juga bisa terjadi kalau jaringan endometrium menyebar melalui pembuluh darah ke organ-organ tubuh lainnya seperti paru-paru. Funsi indung telur yang terus menerus tanpa diselingi kehamilan juga disinyalir menjadi penyebab endometriosis.
Gejala
Nyeri pada saat haid hari pertama adalah salah satu gejala endometriosis. Rasa sakit itu ditimbulkan oleh jaringan endometrium yang tumbuh, memperbanyak diri, dan berkembang menjadi kista, yaitu suatu benda yang berbentuk benjolan dan mempunyai isi. Isi kista itu bisa berupa darah haid yang berwarna coklat, yang disebut sebagai kista coklat. Kista itu semakin lama semakin membesar dan menekan. Penimbunan cairan haid yang tidak ada jalan keluarnya inilah yang menyebabkan rasa sakit pada saat haid akan bertambah dari bulan ke bulan.
Deteksi Dini
Untuk mendeteksi endometriosis secara dini ternyata tidak mudah, sebelum di lakukan pembuktian dengan patologi anatomi-pembedahan dengan mengambil benda dan diperiksa di laboratorium-yang bisa dilakukan hanya memprediksi. Karena menurut dr.Abdul Rauf, Sp.OG, nyeri yang terjadi pada saat haid belum tentu endometriosis. Bisa saja itu merupakan perlekatan-perlekatan yang terjadi di panggul sehingga menimbulkan rasa sakit. Begitu juga kista coklat yang terdeteksi belum tentu endometriosis. Untuk mengetahui secara pasti apakah gejala yang kita alami endometriosis atau bukan, butuh pembuktian secara medis. Diagnosis endometriosis biasanya diperoleh lewat pemeriksaan laparoskop.
Pengobatan
Seperti banyaknya teori yang menerangkan tentang penyebab endometriosis, pengobatannya juga bisa dengan banyak cara sesuai dengan kebutuhan penderita. Pengobatan yang diberikan tergantung pada gejala, rencana untuk memiliki keturunan, usia dan luasya daerah yang terkena endometriosis. Endometriosis berkaitan erat dengan haid, “Kalau haid dia sakit usahakan agar dia tidak haid,” ujar dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih ini. Cara yang bisa dipilih untuk menghentikan haid adalah kehamilan, pengobatan secara hormonal, maupun mengambil indung telur.

Kehamilan bisa menjadi cara penyembuhan bagi penderita yang masih ingin memiliki keturunan. Selama hamil 9 bulan, tidak terjadi pembuahan dan tidak terjadi pembentukan telur baru sehingga tidak terjadi menstruasi. Endometrium dikeluarkan ketika kita haid, jadi selama hamil 9 bulan, endometrium tidak akan keluar dan biasanya mati/tidur.

Pengobatan secara hormonal dilakukan dengan mengkonsumsi obat yang berfungsi menghentikan fungsi hormonal yang berasal dari lipopise. Obat-obat anti-hamil yang banyak dijual di pasaran, juga dapat digunakan untuk menghentikan haid. Obat anti-hamil ini berfungsi menghentikan terjadinya kesuburan. Obat anti-hamil mengandung hormon-hormon dari luar untuk mengantikan hormon yang ada di dalam tubuh untuk menghambat terjadinya ovulasi tapi haid tetap terjadi. Obat-obatan ini bersifat pseudo-pregnancy atau pseudo-menopouse. Kalau penderita yang masih menginginkan keturunan sebaiknya tidak menggunakan cara ini. Penyembuhan dengan mengambil indung telur dalam upaya menghentikan haid juga tidak dianjurkan untuk penderita yang masih mengharapkan keturunan.

Selain menghentikan haid, penyembuhan endometriosis juga bisa dilakukan dengan operasi pengangkatan benjolan atau kista. Benjolan perlu diangkat apabila besarnya sudah lebih dari 5 cm. Pengangkatan benjolan ini berfungsi untuk mengentikan keluhan sakit pada saat haid. Walaupun benjolan tersebut sudah diangkat, perlu diwaspadai benjolan-benjolan kecil yang mungkin akan tumbuh kembali. Untuk itu perlu disembuhkan dengan mengonsumsi obat-obatan.

Melihat sulitnya penyakit ini terdeteksi secara dini, ada baiknya bagi Anda yang memiliki keluhan nyeri pada saat haid untuk memeriksakan diri ke dokter. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Karena ada beberapa teori yang mengatakan bahwa penyakit ini bisa berujung pada infertilitas. Sebagai perempuan normal yang ingin memiliki keturunan, kesehatan reproduksi hendaknya mendapat perhatian ekstra. (RF)

Comments
  1. Anty says:

    Saya Anty, usia 35 thn. 1 bln yg lalu, tepatnya tgl 10 April saya mengalami kuretase saat janin berusia sktr 12 mgg. Sampai saat ini saya blm bisa mengetahui dgn pasti apa penyebab keguguran. Karena penasaran, saya tes Torch, hasilnya ternyata saya positif mengidap CMV – IgG 300 & IgM 0,5. Jadilah saya pengobatan virus ini. Nah, 3 hari yg lalu, saya kontrol rutin ke dokter kandungan (berkaitan degn virus CMV).
    Sejak kuretase 10 April lalu, smpi skrg saya blm menstruasi, tapi perut, payudara & pinggang terasa seperti gejala mau mens. Lalu dokter menyarankan saya di USG. Ternyata, di hasil foto USG, terlihat ada gumpalan darah di luar rahim saya dan ada kista dgn diameter 4,2 cm.
    Dokter blm menyarankan operasi, cukup dengan pengobatan dulu meskipun membutuhkan waktu agak lama dan membutuhkan kesabaran & ketelatenan berobat. Lalu dokter memberi obat Danazol. Oya…di hasil USG saya juga membaca tulisan Kista Endometriosis Externa. Terus terang…saya sedih sekali…blm sembuh dari CMV, skrg terkena kista :(…mohon penjelesannya…

    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s