Mengutuk, Mengecam, dan Menunggu

Posted: January 8, 2009 in my opinion
Wilayah Palestina yang dicaplok oleh Israel-www.facebook.com

Wilayah Palestina yang dicaplok oleh Israel-www.facebook.com

Warga dunia mengutuk. Pemimpin dunia mengecam. Anak-anak Palestina hanya bisa menunggu.

Perhatian dunia sedang beralih ke Timur Tengah. Kawasan itu, lagi-lagi, mengalami konflik yang berujung pada melayangnya nyawa manusia tak berdosa. Israel memborbardir wilayah Gaza, Palestina secara sporadis. Dalam 11 hari, sekitar 500 lebih nyawa rakyat Palestina dibawa pergi rudal-rudal Israel.

Kita, di Tanah Air, beserta jutaan warga dunia, mengutuk serangan tersebut. Meminta PBB, sebagai badan dunia, mengambil tindakan secepatnya, agar korban tak semakin banyak berjatuhan. Para pemimpin dunia pun meneriakkan hal yang sama. Mereka ikut mengecam tindakan keji Israel.  Akhirnya, setelah ratusan nyawa rakyat Palestina melayang, PBB mengadakan sidang darurat. Namun, hingga detik ini, belum ada kesepakatan. Sedangkan di Gaza sana, Israel terus melayangkan rudal-rudalnya, dan melesatkan peluru-peluru mematikan mereka ke arah rakyat sipil Palestina. Dan korban-korban terus berjatuhan.

Sementara itu, rakyat Palestina terus menunggu. Menunggu para tentara Israel, yang tak berhati itu, untuk menghentikan serangannya. Menunggu bantuan dari seluruh warga dunia. Menunggu doa dari orang-orang yang peduli akan derita mereka. Dan menunggu Allah menurunkan mukjizat-Nya. Namun, rakyat Palestina tak sekadar menunggu dalam diam. Dengan senjata dan kekuatan yang mereka punya, mereka tetap melawan. Mereka, yang memang dilahirkan sebagai pejuang, tak takut dengan gertakan Israel yang bersumpah akan memusnahkan mereka. Lalu apa yang bisa kita lakukan di sini selain mengutuk, mengecam, dan berdoa? Adakah yang bisa kita lakukan untuk mereka selain itu semua?

Siapa yang Akan Melanjutkan Perjuangan Itu?

Dalam setiap perang, di manapun, kapan pun, dan apa pun penyebabnya, yang menjadi korban adalah kaum perempuan dan anak-anak. Banyak perempuan dan anak-anak seperti menanti nasib mereka di peperangan. Mereka diungsikan, dilindungi, namun, tetap saja menjadi korban kebiadaban senjata manusia.

Dalam kasus Palestina, kalau nyawa perempuan banyak yang hilang, maka siapa yang akan melahirkan anak-anak Palestina? Kalau anak-anak tidak ada, maka siapa yang akan menjadi pemuda-pemuda tangguh Palestina? Dan kalau pemuda-pemuda tangguh Palestina terus berkurang jumlahnya, maka siapa yang akan meneruskan perjuangan rakyat Palestina melawan kekejaman Zionis Israel? Siapa lagi yang akan mempertahankan tanah Palestina dari pencaplokan Israel?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s