Selamat Jalan Guruku

Posted: December 30, 2008 in story to tell

Kabar duka datang kemarin sore ketika saya iseng buka akun facebook saya dari handphone. Saya baca status teman-teman yang rata-rata menyatakan kalau mereka sedang menikmati liburan di luar kota. Namun, ada satu status dari seorang teman satu kampus dulu. Di kolom statu dia menulis kalau dia sedang berduka cita sangat dalam karena meninggalnya seorang dosen tercinta bernama Pak Ismail Marahimin. Saya tersentak sejenak. Kaget sekali.

Dikabarkan kalau Pak Ismail meninggal hari Jumat tanggal 26 Desember 2008 jam 01.25 di Rumah Sakit Harapan Kita. Dan saya baru tahu hari Senin. Sudah terlambat. Tapi doa saya akan selalu menyertaimu Pak.

Pak Ismail Marahimin adalah dosen mata kuliah Penulisan Populer 1 dan 2. Beliau dikenal sebagai dosen yang tegas dan suka “menelanjangi” mahasiswanya di depan kelas. Tak sedikit mahasiswa yang berguguran dan memutuskan check out dari mata kuliah itu, karena kebiasaan beliau tersebut.

Yang saya maksud dengan “menelanjangi” adalah, Pak Ismail selalu mengkritik hasil tulisan mahasiswanya di depan kelas. Diumumkan apa saja kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Dan tak jarang, kritiknya sangat tajam. Tapi, menurut beliau, seorang penulis itu harus mau dipermalukan. Saya pun sangat setuju. Karena, seperti apa karya yang dihasilkan oleh seorang penulis yang tidak bersedia dikritik?

Pak Ismail, saya muridmu, merasa sangat kehilangan. Bapak adalah orang yang pertama kali memberikan keberanian untuk saya menulis. Bapak juga yang berhasil meyakinkan saya, bahwa saya bisa menulis. Terima kasih atas semua ilmu yang telah Bapak berikan kepada kami semua. Insya Allah itu akan menjadi amal jariah untuk Bapak kelak.

Beristirahatlah dengan tenang guruku tercinta. Doa kami menyertaimu.

Comments
  1. ovi says:

    innalillahi wa inna ilaihi rajiun. kesan kita sama, Mi. nangis2 gue pas baca email di milis. gara2 dia juga gue tambah seneng nulis dan ngerasa bisa. dan hebatnya, Mi..kita berdua akhirnya memilih jalan hidup yg bersinggungan langsung dgn menulis. meski kita nggak populer (padahal kita ikut mata kuliah penulisan populer ya?)

  2. Amie says:

    Iya Vi. Dua hari sebelum dapet kabar itu, means tepat pada hari beliau meninggal, gue tiba-tiba inget ma dia Vi. Gue janji mau nulis tentang dia di blog gue. Eh kejadian kan? Tapi sayangnya tulisan tentang kepergian dia. Tenang, someday lo bakal terkenal Vi. Yakin gue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s