Laskar Pelangi the Movie

Posted: December 24, 2008 in reviews

mahar

Saya bukanlah seorang pengamat atau pakar perfilman. Saya cuma suka berkomentar soal film yang saya tonton. Jadi kalau saya sok-sok mereview film, pasti hasilnya gak valid. Karena saya bukanlah orang yang punya wewenang ilmiah dalam menilai film. Tapi film Laskar Pelangi karya Riri Riza membuat saya tergelitik untuk menyumbang komentar.

Teman: “Mie udah nonton Laskar Pelangi?”

Saya: “Udah dong, Mbak?”

Teman: “Belum nih, gak kebagian tiket terus. Ntar aja deh kalo dah sepi.”

Saya: “Mau jadi spoiler gak?”

Teman: “Boleh2. Kenapa? Gak sabar ya mau cerita?”

Saya: “Hehehe…iya nih, gak sabar pengen komentar.”

Teman: “Sebagus novelnya gak Mie?”

Saya: “Nggak. Bagusan novelnya.”

Teman: “Oh ya? Masa sih? Gak bagusnya di mana?”

Saya: “Filmnya gak fokus, terlalu banyak adegan dari novel yang mau dimasukkin ke filmnya. Jadinya cuma sepotong2 gitu Mba. Gak tuntas ceritanya.”

Teman: “Wah, sayang sekali ya. Padahal kan novelnya bagus banget.”

Saya: “Ya begitulah. Tapi gak semuanya jelek sih Mbak. Riri berhasil banget mengurutkan kejadian berdasarkan waktu. Kalo di bukunya kan ngacak tuh.”

Teman: “Wah jangan-jangan tenaganya Riri habis di situ ya hehehe…. Eh btw, si Tora jadi siapa di situ Mie?”

Saya: “Oh dia jadi peran tambahan yang gak ada di novel Mbak. Guru PN Timah yang naksir berat sama Bu Mus. Eh Mbak si Tora tuh ternyata keren juga loh meski gak bertato. Tetap menggemaskan.”

Teman: “Oh ya? Kok bisa ya?”

Saya:”Gak tahu gimana caranya. Dihilangin gitu coz perannya kan jad guru di tahun 74-an. Ya aneh banget kalo bertato.”

Teman: “Oooo… Kalo Slamet Rahardjo?”

Saya: “Jadi peran tambahan juga Mbak.”

Teman: “Oooo… banyak juga ya peran tambahannya.”

Saya: “Ada tiga Mbak karakter tambahannya. Dan satu lagi Mbak yang menarik dalam film itu.”

Teman: “Oh ya? Apa tuh Mie?”

Saya: “Mahar.”

Teman: “Oh ya? Kenapa?”

Saya: “Mahar adalah satu-satunya karakter yang membuat film ini tidak terlalu datar dan monoton. He’s the star.”

Teman: “Wah, antara penasaran dan gak penasaran nih jadinya pengen nonton. Tapi btw, Mahar tuh yang mana ya Mie?”

Saya: “….”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s